Konfigurasi Jaringan DCHP

 


Konfigurasi Jaringan DNS dan DHCP

Domain Name System atau yang biasa disingkat dengan DNS adalah sebuah sistem yang berfungsi menjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP. Jadi, host komputer mengirimkan query berupa nama komputer dan domain name server yang kemudian disimpan ke dalam alamat IP oleh DNS . Misalnya, ketika Anda mengetikkan sebuah alamat suatu website misalkan : detik.com, maka DNS akan menjemahkannya ke dalam alamat IP : 203.190.242.69 agar dapat dipahami oleh komputer. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang terhubung pada internet seperti web browser maupun pada sebuah layanan email. Selain itu, DNS juga dapat diterapkan pada jaringan pribadi maupun intranet.

Sebelum mengetahui cara kerja DNS, perlu diketahui bahwa pengelola DNS terdiri dari 3 komponen, yaitu :

  1. DNS Resolver : adalah klien yang merupakan komputer pengguna, pihak yang membuat permintaan DNS dari suatu program aplikasi
  2. Recursive DNS server : adalah pihak yang melakukan pencarian melalui DNS berdasarkan permintaan Resolver, kemudian memberikan jawaban pada Resolver tersebut.
  3. Server DNS resmi : pihak yang memberikan respons setelah melakukan pencarian secara rekursif. Respon dapat berupa sebuah jawaban maupun delegasi ke server DNS lainnya.

Untuk menjelaskannya, server DNS memerlukan program client yang bernama Resolver untuk menghubungkan setiap komputer pengguna dengan server DNS. Program Resolver yang dimaksud adalah web browser dan mail client. Jadi untuk terhubung ke server DNS, kita perlu menginstall web browser atau mail client pada komputer kita.

DNS Resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai. DNS Resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh Resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai. DNS Resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna. Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya. Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zona) yang dimiliki oleh server. Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke klien (melalui web browser).

Kemudian selanjutnya yaitu DHCP, Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan layanan yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan/menetapkan IP Address secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Cara kerjanya, DHCP Server akan memberikan respon terhadap request yang dikirimkan oleh DHCP Client. Selain IP Address, DHCP juga mampu mendistribusikan informasi netmask, Default gateway, Konfigurasi DNS dan NTP Server serta masih banyak lagi custom option (tergantung apakah DHCP client bisa support).

Berikut konfigurasi DHCP sebagai server dan klien. Untuk pengaktifan DHCP Client, definisikan parameter interface dengan interface yang terhubung ke DHCP Server, atau dalam kasus ini adalah interface yang terhubung ke ISP. Karena kita ingin semua traffic ke internet menggunakan jalur koneksi dari ISP, maka Use-Peer-DNS=yes dan Add-Default-Route=yes. Terdapat beberapa parameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaringan;

  • Antarmuka : Pilihlah antarmuka yang sesuai yang terkoneksi ke DHCP Server
  • Use-Peer-DNS : Bila kita ingin menggunakan server DNS sesuai dengan informasi DHCP
  • Use-Peer-NTP : Bila kita hendak menggunakan informasi pengaturan waktu di router (NTP) sesuai dengan informasi dari DHCP
  • Add-Default-Route : Bila kita menginginkan rute default kita mengarah sesuai dengan informasi DHCP
  • Default-Route-Distance : Menentukan nilai Jarak pada rule routing yang dibuat secara otomatis. Akan aktif jika add-default-route=yes

Sampai langkah ini, seharusnya Router sudah bisa mengakses ke internet. Selanjutnya lakukan setting DHCP Server untuk mendistribusikan IP Address ke arah jaringan lokal /LAN. DHCP Server akan sangat tepat diterapkan jika pada jaringan memiliki user yang bersifat dinamis. Dengan jumlah dan personil yang tidak tetap dan selalu berubah. Jika pada kasus ini sifat pengguna seperti itu dapat kita temui pada tamu yang berkunjung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Spesifikasi dan konfigurasi router rb951

jenis jenis jaringan komputer